Sabtu, Maret 26, 2011

Hati-hati dengan SMS

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Siapa sih hari gini yang tidak memiliki handphone? Gadget satu ini sudah menjadi semacam benda wajib bagi semua kalangan, bahkan untuk anak-anak dan masyarakat di pelosok kampung yang masih kesulitan menangkap sinyal operator selular.
Manfaatnya sebagai alat komunikasi, penyimpanan file pribadi, hiburan, sampai sebagai media gaya-gayaan atau prestise.
Di samping manfaatnya yang bejibun itu, negatifnya juga tak kalah menyeramkan. Apalagi bila gadget ini disalahgunakan.

Seperti dalam kasus yang dialami saudara sangat dekat saya.
Ia tinggal bersama Ibu Mertua yang menjadi Ibu tiri dari istrinya. Hubungan Ibu tiri tersebut kurang baik terhadap anak-anak tirinya. Alhasil, saudara saya itu terkena sikap serupa dari ibu mertua tirinya tersebut.
Singkat cerita, setelah sekitar tujuh bulan pernikahannya, insiden itu muncul. Saudara saya menerima satu pesan singkat di hapenya berbunyi, "Iraha maneh rek mantog ti imah aing, meuni masih betah keneh wae!" Yang artinya kira-kira, kapan kamu mau pergi dari rumah saya kok masih betah terus aja.
Satu SMS ini memperkeruh hubungan mereka yang kurang baik selama ini. Akhirnya saudara saya dan istrinya memutuskan untuk pulang dari rumah mertua ke rumah orang tuanya sendiri.
Oleh saudara-saudara si Ibu Tiri tadi ditanyakan perihal tentang SMS itu, tapi si Ibu Tiri itu tidak mengaku. SMS itu memang dari nomor lain, tapi sebelum-sebelumnya si Ibu Tiri kerap kali berkata seperti itu ke pegawai-pegawai yang bekerja di rumahnya.

Belum terbukti ini perbuatan dia atau orang lain. Bisa jadi perbuatan pihak ketiga, melihat contoh kasus kedua yang dialami oleh sepupu saya yang masih kecil kelas 4 SD.

Sepupu kecil ini sudah memegang hape walau tidak terlalu canggih. Tapi dia sudah menggunakannya "dengan baik". Ini karena dia sering usil dengan hapenya tersebut. Isi kontaknya berisi nama-nama perempuan, tapi ternyata setelah dihubungi itu nomor laki-laki semua --haaahhh??--
Dan sepupu kecil ini kerapkali jahil, dia mengghosap hape milik karyawan perempuan di rumahnya lalu mengirim SMS ke nomor karyawan laki-laki di sana. Isinya "Hayuk kita ketemuan, kita ciu*an", dan bahayanya, oleh karyawan laki-lakinya dibalas,"dimana?" --LOL--

Usil dan jahil yang keterlaluan menurut saya, apalagi untuk anak perempuan sekecil dia.
Hari ini, saya belajar banyak, belajar bijak dengan hape dan bagaimana kebijakan terhadap gadget satu ini untuk anak saya kelak.

~ Thiya Renjana ~
Bandung, 26032011 - 03:45PM

1 komentar:

Hatur tengkyu atas kunjungan silaturahimnya.
Orang keren pasti koment ˆ⌣ˆ