Senin, Januari 25, 2010

Ngawurr [four]

Di negeri kabut tempat segala rahasia, bangau-bangau bebas mencari kata-kata, rumput terbuat dari kabut hijau muda, rumahku di sana terbuat dari kaca-kaca yang keruh, bila senja atau pagi menjatuhkan warnanya dipuncak gunung, rumahku berdiri kokoh melukis rahasia ditengah-tengahnya...

saat letih berteriak, lelah BERGERAK, penat terbakar amarah sendirian, kuajak kau bersenandung kala senja tiba sembari menoreh pelangi pada langit yang mulai merekah merah kesumba

Kupungut sisa kabut di udara; yang luput dari nafasmu
entah dendam entah cinta; kemudian melimpah menjadi hujan
kupungut sisa waktu di ruang tunggu; yang luput dari denyut jantungmu
entah muslihat entah ketulusan; kemudian menjadi abad
kupungut semua kupu-kupu; yang luput dari sergapan jalamu
lalu aku benamkan di sebuah taman; bersama bunga-bunga
kemudian menjelma menjadi layang-layang
kupungut semua kata-kata; yang luput dari arus darahmu
kujadikan peta dari setiap langkahku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hatur tengkyu atas kunjungan silaturahimnya.
Orang keren pasti koment ˆ⌣ˆ