Senin, Juli 05, 2010

Terima kasih atas ketidakpercayaannya

Pasti ini terasa begitu menyakitkan
Saat kau kehilangan sesuatu yang kau sayang
Bilakah tak tahu mungkin itu yang terbaik
Ada rahasia terindah yang diinginkanNya

Ku hanya ingin agar engkau bisa pahami
Memaknai yang terjadi dengan tulus hati
Meski kuakui tak mudah untuk terima
Segala yang tlah menjadi ketetapanNya

Leraikanlah gundah Tabahkanlah hati
Dan yakinilah semua itu rencana dariNya

Sudahlah lupakan segala yang membuatmu merana
Hanya kan membuat dirimu dihantui gelisah
Biarkanlah semua kan berlalu dengan apa adanya
Karena dibalik yang terjadi pasti ada hikmahnya untuk kita

[ Hikmah, Tashiru]

Berkali-kali kamu menghakiminya tanpa pemberitahuan dan tanpa bertanya. Berkali-kali kamu mendiamkannya tanpa sebab yang bisa ia terima. Berkali-kali kamu mencari tahu sendiri kecurigaanmu yang tak berdasar. Berkali-kali kamu minta segalanya tapi juga tak memberi segalanya. Lalu dimana kamu saat dia tersudut rapuh di dua dinding cadas sendirian? Dimana kamu saat dia butuh sahabat atau siapapun yang bisa menggenggam sakit kala ia berdiri? Kamu justru menyebut sahabat-sahabatnya sebagai "pelanggan". Kamu anggap apa dia dan sahabat-sahabatnya? Lalu kamu kungkung dia dalam keinginanmu sendiri yang justru tidak kamu beri tahu maumu apa. Kamu menginginkannya menjadi seperti yang kamu inginkan tapi kamu justru tidak pernah memberi peta yang bisa ia baca. Kamu puas melihatnya sendirian hanya menantimu, padahal kita semua tahu cinta tak pernah meminta dirinya untuk menanti.

Kamu sibuk dengan duniamu dan dunianya. Tapi saat ia bertanya mengapa kamu sering sekali berubah, kamu justru tak memberi apa-apa bahkan hanya sekedar kata "tak usah pedulikan aku". Kamu hanya mendiamkannya tanpa ragu dan berulang kali mengatai egois. Tidak ingatkah kamu pada kesepakatan untuk mendiskusikan apa-apa dengannya dalam segala hal apapun? Akan selalu berbicara bukan hanya dari kesimpulan sendiri, tapi harus dengan hati. Tapi kamu justru mendiamkannya dengan segala pikiran buruk tentangnya. Kamu biarkan ia terisak diam-diam tanpa menoleh lagi. Aku bingung. Seutuhnya bingung pada kalian. 

Terakhir, ingin kukatakan padamu, "kamu TIDAK PERNAH mencintainya, TIDAK PERNAH, BAHKAN TIDAK AKAN PERNAH".

Cahaya Menghilang Redup
Kamar Hati ku Bagaikan Terkunci
Jernih Air Dicemari Kedukaan
Biar Hujan Membasahi Luka Tetapkan Pedih
Walau Dibalut Dengan Kata Indah
Namun Titis Darah Merah Takkan Menjadi Putih

Haruman Debunga Hilang
Dalam Sendu Yang Tiada Berakhir
Kelopak Yang Bertaburan Di Awangan
Walau Bayu Berhembusan Cuba Himpun Semula
Biarpun Dipagari Belaian Mesra
Namun Kelayuan Jua Musnah Akhirnya

Lerailah Sudah Genggamanku
Tak Sanggup Lagi Aku
Menyimpan Bara Cinta Mu
Terseksa aku Sendiri
Jangan Kau Kembali
Menagih Cinta Yang Dulu
Tak Perlu Kau Menyesali Di Saat-Saat Ini
Walau Pahit Rela ku Harungi Segala
Tuhan ku Hanyalah Pada Mu
ku Pohonkan ku Serahkan
Tuhan ku Hanyalah Padamu Kekuatan Ku
[Lerai Genggamanku, New Boyz]
~ Thiya Renjana ~
Terima kasih atas ketidakpercayaannya...

3 komentar:

  1. Pembaca Blog5 Juli 2010 15.46

    Ending dari film yg aq tonton kamrin
    "Buat Apa Kita Bahagia, klo Semua orang Menangis"

    Sebuah Film 3Hati 2Dunia 1Cinta

    g' nyambung nihh coment-y

    BalasHapus
  2. semoga yang terbaik diberikan amiinn ....
    saya yakin tya orang yang kuat.
    Sahabat2 tya dan juga saya
    ada buat tya,
    insya allah

    BalasHapus
  3. Abi mohon maaf banget, mi!!
    Karena abi umi akhirnya sengsara dan menderita batin.... ABi sadar dan mohon maaf sedalam2nya, mi!!

    Alhamdulillah, akhirnya umi bisa mengarang kata2 ini. Dan abi akan selalu mengingatnya klo amarah datang:-))

    BalasHapus

Hatur tengkyu atas kunjungan silaturahimnya.
Orang keren pasti koment ˆ⌣ˆ